By Team content

Membawahi sebuah perusahaan, organisasi, lembaga atau bahkan hanya kelompok penggemar sesuatu yang ruang lingkupnya tidak begitu luas sangat berkaitan dengan proses terwujudnya kepemimpinan yang efektif.

Ya, sekecil apapun kelompok yang kita pimpin, sebagai pemimpin memang tidak mudah mewujudkan kepemimpinan yang efektif. Apalagi jika kita membawahi sebuah kelompok besar misalnya puluhan karyawan pada suatu perusahaan.

Memang tidak mudah menjadi pemimpin, tetapi setiap orang sebenarnya memiliki jiwa pemimpin yang jika selalu dipupuk mampu menjadi pemimpin yang selalu mengedepankan kepentingan kelompoknya.

Kepemimpinan yang efektif adalah dimana kepemimpinan tersebut mampu memotivasi bawahanya untuk terus berjuang menuju kesuksesan, memiliki semangat bekerja, produktif, berorientasi terhadap hasil dan tentunya akan memberikan dampak positif kepada perusahaan atau kelompok yang sedang dipimpin.

Kepemimpinan yang efektif ditambah dengan dukungan dari bawahan atau partner kerja yang selalu termotivasi untuk maju tentunya akan memberikan dampak positif pada ruang lingkup internal maupun eksternal.

Nah, untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif ada beberapa unsur yang wajib dipenuhi agar kepemimpinan tersebut dapat segera terwujud.

Visi

Seorang pemimpin baik dalam kepemimpinan kelompok besar maupun kepemimpinan kelompok kecil sudah seharusnya memiliki visi.

Visi adalah sekumpulan tujuan yang sama untuk semua anggota kelompok, dimana memang kelompok tersebut didirikan untuk mencapai visi atau tujuan yang sama tersebut.

Dengan ditegaskanya dan dibentuknya visi yang sudah disetujui oleh seluruh pihak, maka perputaran roda perusahaan, lembaga atau kelompok akan lebih mudah.

Agar terwujud kepemimpinan yang efektif, tugas pemimpin bukan hanya menyusun visi, tetapi mendorong dan memotivasi bawahan untuk sama-sama mewujudkan visi tersebut.

Pemikiran Untuk Maju

Sebagai seorang pemimpin sangat dilarang jika hanya berkutat pada konsep awal yang menjadi rencana kerja.

Ada baiknya jika pemimpin harus selalu memiliki cara berfikir tranformasional dimana selalu memiliki ide-ide perubahan menuju ke rencana atau konsep yang lebih baik.

Dengan begitu, bawahan dan karyawan juga akan terdorong untuk meciptakan ide-ide baru serta meningkatkan kratifitas.

Keadilan

Salah satu ciri atau sifat kepemimpinan yang efektif adalah keadilan yang dijunjung sama tinggi. Keadilan ini akan memotivasi karyawan atau bawahan untuk bekerja jujur.

Lalu bagaimana keadilan yang dimaksud? Cara menerapkan keadilan yang paling sederhana adalah memberlakukan pemberian penghargaan dan sanksi terhadap karyawan secara seimbang.

Berikan reward atau penghargaan kepada karyawan yang benar-benar sudah melakukan pekerjaanya dengan baik.

Dan tak segan untuk meberikan sanksi jika karyawan tersebut melakukan kesalahan fatal tanpa memandang bulu, tanpa dipengaruhi dengan jabatan dan posisi. Dan yang paling penting adalah memberikan pekerjaan sesuai porsi posisi masing-masing karyawan.

Pendengar Yang Baik

Kepemimpinan yang efektif akan tercipta jika kondisi kantor nyaman dan menyenangkan. Tak hanya kondisi kantor tetapi juga hubungan antara pemimpin dan karyawan.

Pemberian batasan antara karyawan dan pemimpin memang diperlukan tetapi jangalah batasan itu akan membatasi hak-hak karyawan dalam menyuarakan ide ataupun keluhanya.

Artinya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang senantiasa bersedia menjadi pendengar yang baik. Baik itu ide, keluhan, kritik atau saran yang membangun.

Pengelolahan Kemarahan

Apakah Anda pernah mendengar mengenai pengolahan kemarahan? Ya, sebagai pemimpin haruslah ahli dalam hal yang satu ini.

Hal ini diperlukan ketika pemimpin mulai menyadari bahwa kondisi tidak baik atau mengkhawatirkan sedang menerpa perusahaan atau keberlangsungan kelompok tersebut. Yaitu dengan mengelolah cara marah yang baik.

Bukan meluapkan kemarahan dan seratus persen menyalahkan karyawan, melainkan hanya menunjukan ekspresi marah sehingga bisa menjadi lecutan tersendiri untuk karyawan agar memperbaiki sistem kerjanya masing-masing.

Disiplin

Tentu saja disiplin tidak boleh dilupakan dalam rangka perwujudan kepemimpinan yang efektif. Menjadi pemimpin terkadang membuat kita terlena karena kita kebal terhadap aturan atau hukum internal yang berlaku.

Namun ingatlah kembali bahwa satu-satunya yang selalu diawasi oleh karyawan adalah pemimpin mereka, tak jarang mereka akan meniru yang dilakukan pemimpin meskipun itu buruk.

Termasuk dalam penerapan kedisiplinan. Datang ke kantor tepat waktu, menyelesaikan tugas sesuai deadline, menjalankan tugas sebagai pemimpin merupakan contoh yang perlu ditunjukan pada karyawan agar menyadari bahwa kedisplinan di perusahaan tersebut masih sangat dijunjung tinggi.

Tak hanya itu, saja kesadaran karyawan mengenai sikap disiplin pemimpin juga akan menjadi acuan tersendiri bagi para karyawan untuk menyelesaikan tugas dan menyelesaikan apa yang pemimpin tugaskan secara baik. Sempurna dan tentunya tepat waktu.