Preparing You to be a Better Professional

IMG_1370.jpg

By Team content

Gaya kepemimpinan dalam organisasi seperti contohnya organisasi kemahasiswaan, karangtaruna, atau organisasi semi formal lainnya tentu akan sangat berbeda dalam hal pelaksanaannya dengan organisasi formal yang sudah berbadan hukum jelas atau milik sebuah perusahaan.

Gaya kepemimpinan dalam organisasiumumnya berbeda dalam hal cara penentuan kebijaksanaan, cara pembuatan aturan dan keputusan, ataupun cara pengumpulan anggota.

Ada yang berpendapat bahwa umumnya gaya kepemimpinan dalam organisasi lebih mudah bila dibandingkan dengan kepemimpinan dalam sebuah organisasi perusahaan.

Namun bernarkah demikian? Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebagian orang berpendapat bahwa gaya kepemimpinan dalam organisasi dianggap lebih mudah daripada lembaga perusahaan formal.

Orang yang ikut serta dalam sebuah organisasi

Ketika berbicara tentang sebuah organisasi, meskipun organisasi tersebut adalah organisasi yang dianggap formal umumnya orang yang berpartisipasi di dalamnya tergolong orang yang memiliki latar belakang yang sama atau serupa.

Alasan mengapa gaya kepemimpinan dalam organisasi dianggap lebih mudahdan cenderung tanpa resiko adalah karena anggota yang ada didalamnya umumnya berasal dari latar belakang yang sama, jarang ada organisasi yang anggotanya tergolong lintas generasi atau lintas usia.

Sebagai contoh organisasi BEM (badan eksekutif mahasiswa) yang umum ada di setiap universitas umumnya juga beranggotakan mahasiswa yang masih berstatus aktif dalam fakultas di universitas tersebut.

Contoh lain organisasi karangtaruna desa juga akan diikuti oleh para pemuda desa dengan rentang usia yang masih masuk dalam lingkup karangtaruna.

Adanya kesamaan visi dan misi yang terbentuk secara turun temurun dalam sebuah organisasi, otomatis akan menyatukan para anggotanya untuk bergerak sesuai dengan standar peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Tipe kepemimpinan dalam organisasi

Gaya kepemimpinan dalam organisasi yang cenderung lebih sederhana dan terkadang menghasilkan keputusan yang tidak mengikat seluruh aspek dalam organisasi tersebut menjadikan seseorang akan menganggap kepemimpinan dalam sebuah organisasi lebih tidak beresiko.

Sebagai contoh seseorang yang direkrut menjadi pemimpin BEM mahasiswa di sebuah perguruan tinggi memberikan keputusan untuk mengadakan rapat setiap minggu kepada seluruh anggotanya.

Keputusannya tersebut hanya akan mengikat langsung pada anggota BEM tetapi tidak kepada seluruh mahasiswa yang menimba ilmu di perguruan tinggi tersebut. Meskipun secara tidak langsung semua mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut juga termasuk anggoa BEM.

Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi tidak harus langsung menjadi fasilitator semua divisi ang ada dibawahnya mengingat tanggung jawab tersebut umumnya sudah diberikan kepada ketua divisi.

INFORMASI PELATIHAN

The Ultimate Supervisor - Bagaimana membina hubungan harmonis dengan manajer dan supervisor lain memakai networking informal, formal ‘shadowing’, dan supervisory task teams

Sebagai contoh seorang ketua karangtaruna tidak perlu mengurus masalah keuangan karangtaruna yang terjadi mengingat permasalahan tersebut adalah tanggung jawab dari divisi keuangan.

INFORMASI PELATIHAN:

Managing Emotions Under Pressure - Anda akan menghadapi jauh lebih sedikit konflik dalam hidup anda karena orang tidak bisa ‘menyentuh tombol panas’ diri anda. Anda akan merasa lebih perkasa, yakin dan positif.

Sang pemimpin organisasi hanya perlu bertindak sebagai pengawas dan pengatur segala kebijakan yang dilaksanakan dalam organisasinya.

Pemecahan masalah dalam organisasi

Berkaitan dengan gaya kepemimpinan dalam organisasi,ketika terjadi sebuah permasalahan dalam sebuah organisasi, maka sang pemimpin berperan sebagai fasilitator dan pengambil kesimpulan.

Namun demikian, karena adanya patokan peraturan yang umumnya sudah ada sejak organisasi tertentu didirikan maka permasalahan yang terjadi akan dapat cepat diselesaikan melalui prosedur musyawarah mufakat atau prosedur rapat.

Sebagai contoh ketika ada pergantian pemimpin dalam setiap divisi di sebuah karangtaruna desa, sang pemimpin akan menjadi fasilitator tentang nama-nama yang diajukan sebagai pengganti ketua divisi dan melanjutkan sistem pemilihan dengan musyawarah mufakat.

Umumnya dengan patokan peraturan yang sudah ada sebelumnya, sang pemimpin akan melangsungkan pemilihan secara cepat.

Hal lain juga terjadi ketika dalam organisasi adapermasalahan dalam hal kebijakan, dengan berpegang terlebih dulu pada prosedur yang sudah ada umumnya permasalahan yang ada akan cepat selesai tanpa harus bermusyawarah dalam waktu yang cukup lama.

Pembagian tanggung jawab

Pembagian tanggung jawab yang ada pada sebuah organisasi umumnya sudah dijelaskan dalam sebuah standar operasional yang jelas.

Dengan gaya kepemimpinan dalam organisasi yang terarah dan terstruktur, pembagian tanggung jawab yang ada pada organisasi tersebut umumnya sudah disertai dengan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh setiap tim dalam divisi.

Permasalahan yang timbul berdasar tanggung jawab yang dibebankan juga dapat cepat diselesaikan dengan berpegang pada standar operasional prosedur. Semoga informasi diatas menambah pengetahuan anda tentang gaya kepemimpinan dalam organisasi.

Perencanaan Tata Ruang

Customer Service Excellent