Preparing You to be a Better Professional

Tempat : Hotel Noor Jalan Madura No. 6 Bandung 40115

Tanggal : 20 - 21 Desember 2018

Waktu : 09.00 - 16.00 WIB

Biaya : Rp. 3.800.000,-

Trainer : Sigit Santosa, SE, MM

 

Rural Book (RB) sedang menghadapi masalah. Penerbit ini menerbitkan buku-buku tanaman liar yang ada di hutan yang bisa dimakan. Tumbuhan yang bisa dimakan, diberi warna hijau. Gambar tumbuhan yang tidak bisa dimakan, diberi warna merah.

Ternyata ada seseorang yang menukar warna, sehingga yang boleh dimakan menjadi tidak bisa dimakan, dan yang tidak bisa dimakan, menjadi bisa dimakan.

Akibatnya, beberapa orang meninggal dunia karena mengikuti petunjuk buku itu. Perusahaan itu menghadapi masalah besar. Ini dinamakan dengan product tampering.

Masalah itu bisa dihindarkan jika pimpinan perusahaan itu mendengarkan saran dari seorang manajernya yang sudah ikut pelatihan Crisis Management. Saran dari manajernya ini dianggap sepi karena dianggap produknya yang berupa buku tidak akan terjadi product tampering.

Ini memang selalu terjadi. Kita sering menyangkal bahwa krisis tidak mungkin terjadi pada perusahaan kita.

Riset membuktikan bahwa kegagalan perusahaan ketika menghadapi krisis adalah karena:

  • Ketidaktahuan apa yang harus dilakukan,

  • Merasa terlalu besar bahwa bisnis kita akan tahan terhadap krisis,

  • Denial, yaitu perasaan bahwa kita tidak akan terkena krisis.

Akibat dari pengabaian persiapan krisis, perusahaan mengalami kerugian yang amat besar.

Penerbit buku seperti itu saja bisa terkena krisis, apalagi produsen makanan, kimia, elektronik, dsb. Mereka lebih rentan terhadap product tampering.

Kasus Tylenol dari Johnson & Johnson adalah kasus sukses satu perusahaan dalam menangani krisis. Kesuksesan mereka menjadi pemicu berkembangnya Crisis Management.

Mengapa harus mempelajari Manajemen Krisis :

  • Dalam 24 bulan terakhir, krisis semakin banyak. Jumlah itu lebih banyak daripada 20 tahun terakhir ini.

  • Krisis makin melanda segala bidang, bahkan jarak geografis menjadi kurang berarti. Ini karena dunia makin interconnected.

  • Tidak ada industri, institusi yang bebas dari krisis. Krisis telah menghantui hidup kita.

  • Kita bisa belajar dari krisis yang sudah ada. Banyak perusahaan yang berhasil melewati krisis dengan sukses. Kepada merekalah kita belajar.

  • Manajemen tradisional tidak terkondisikan menghadapi krisis. Manajemen yang ada hanya mampu menangani masalah biasa. Ketika krisis makin melanda, dibutuhkan crisis management.

  • Kegagalan mengatasi krisis, lebih banyak disebabkan oleh tidak siapnya perusahaan menghadapi krisis.

Manfaat Mempelajari Manajemen Krisis :

  • Terdapatnya orang-orang yang memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi krisis.

  • Meningkatkan kesadaran bahwa krisis bisa menimpa perusahaan apa saja. Dengan bersiap akan bisa mengurangi dampak krisis.

  • Setelah disadari, akan bisa dilakukan latihan-latihan dengan skenario-skenario yang dirancang untuk mengantisipasi krisis yang mungkin terjadi.

  • Semakin banyak orang memahami manajemen krisis, kepedulian dan kesiapan perusahaan untuk menghadapi krisis akan makin tinggi.

  • Mampu memanfaatkan krisis untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Materi Pelatihan:

  • Mengetahui penyebab mengapa krisis makin sering terjadi dan memahami mengapa tidak ada satu pun perusahaan yang imun dari krisis

  • Memahami mengapa manajemen krisis amat penting di masa sekarang ini

  • Proactive crisis communication planning

  • Mengenali tahapan krisis

  • Mengenali gejala-gejala yang bisa memicu terjadinya krisis

  • Mengambil langkah-langkah menangani krisis: 1) Take Charge Quickly, 2) Establish the Facts, 3) Tell Your Story, 4) Fix the Problem

  • Bagaimana menyusun Executive Management Team

  • Developing the Crisis Management Plan

  • Menjaga Citra Perusahaan sebagai benteng pertahanan terhadap krisis

  • Bagaimana menghadapi krisis karena bencana alam

  • Menjaga perusahaan tetap eksis di tengah krisis ekonomi global

  • Bagaimana menangani krisis yang diakibatkan oleh kecurangan yang ada di internal perusahaan

  • Bagaimana memetakan tantangan luar biasa pada bisnis makanan yang amat rentan terhadap krisis

  • Bagaimana menangani liputan pers yang negative, dan bisa membalikkan keadaan sehingga citra perusahaan tetap baik.

  • Bagaimana mencegah pimpinan puncak agar tidak bertindak yang bisa menyebabkan krisis makin memburuk

  • Bagaimana memadukan Emotional IQ, Creative IQ, Social and Political IQ, dan Spiritual IQ untuk mencegah, menangani, dan mengambil manfaat dari krisis

Sasaran Peserta :

Manajer perencanaan, manajer SDM, Manajer Humas/Investor Relations, dan siapa saja yang tertarik mempelajari Crisis Management.

Jadwal-jadwal Pelatihan yang akan datang:

  • 24 - 25 Januari 2019
  • 26 - 27 Februari 2019
  • 26 - 27 Maret 2019
  • 23 - 24 April 2019
  • 22 - 23 Mei 2019
  • 26 - 27 Juni 2019
  • 23 - 24 Juli 2019
  • 22 - 23 Agustus 2019
  • 24 - 25 September 2019
  • 24 - 25 Oktober 2019
  • 26 - 27 November 2019
  • 19 - 20 Desember 2019

Fasilitas:

  • Hotel Berbintang
  • Sertifikat Training
  • Modul (Hard Copy & Soft Copy)
  • Training Kit
  • Souvenir
  • 1x Lunch dan 2x Coffee Break
  • Konsultasi kepada trainer jika ada materi yang belum jelas

Biaya Pelatihan adalah sebesar Rp. 3.800.000,- per peserta.

Untuk mendaftar pelatihan ini, silakan klik dan isi form pendaftaran pelatihan.

Atau anda bisa telpon atau sms kami pada no:

  • 0813-2161-6080
  • atau 0851-0161-0108
  • atau 0819-1058-7707

E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Facebook : Borobudur Training & Consulting

Twitter : @pelatihan_btc

Instagram : borobudurtraining